jump to navigation

Perbedaan Alumni ITS dan ITB Januari 22, 2007

Posted by Kaos Keren Indonesia in ....My beautiful LIFE...., Only my thoughts.
trackback

Menarik sekali ketika mendengarkan sharing-sharing dengan Alumni di Hotel Bidakara Jum’at 2o Januari 2007.

Ada salah satu teman yang menanyakan perbedaan antara alumni ITS dengan ITB

Ternyata jawaban dari Pal Anton Nangoy dan Pak Luqman tidak jauh beda.

Mereka berpendapat bahwa alumni ITS dan ITB tidak jauh beda. Gahkan pada bidang-bidang tertentu ALumni ITS lebih handal. Tetapi yang harus dibenahi oleh alumni ITS adalah kepercayaan diri. Ini merupakan salah satu kelemahan dari alumni ITS

Selain itu, kerja sama dan tidak saling menjegal antar sesama almni ITS adalah hal yang harus di jaga selalu. Mereka  mencontohkan betapa solidnya alumni ITB. Ketika ada satu alumni yang sedang mencoba menaiki sebuah posisi, alumni-alumni lain selalu mendukung, bukan malah menjegal. Ini yang belum dimiliki oleh alumni ITS. Alumni ITS cenderung meraih sukses dengan sendiri-sendiri, tidak ada kerjasama antar sesamaa alumni ITS

Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita calon alumni ITS agar kita bisa bersaing dengan alumni ITB

VIVAT!!!!
Hidup ITS… Hidup ITS… Hidup ITS…

Komentar»

1. wailisahalong - Januari 23, 2007

hmmm…
suatu hari nanti…
nanin…………………………….
(wawan juga de…………… :p )

ITB, ati2 aja de… huehehehe :D
(amiin… ^_^,)

2. arul - Januari 24, 2007

saingan utama bukan ITB apa univ lain tetapi kompetensi kita….
bayangkan dulu sya bersaing sama orang2 pintar tetapi karena saya akselerasi belajar dan kemauan yang kuat sehingga bisa melebihi mereka….
intinya USAHA fren….
tapi kata itu masih jauh dari kehidupanku sekarang… banyak target2 lain yangharus ku kejar

3. afandi - Agustus 8, 2007

Jangan hanya mengandalkan nama besar. Kontribusi kita sebagai civitas akademika kepada rakyat apa???

4. joko - Desember 29, 2008

lawan kita bukan itb, tapi membesarkan bangsa. jika sudah bisa, jangankan itb, mau itc,itd,ite,itf dan sebagainya otomatis lewat…begitu bos !

5. kur2 - Desember 29, 2008

@joko: Bener pak tujuan kita harus ditentukan terlebih dahulu. Namun lingkungan perkuliahan sedikit banyak mempengaruhi pola pikir masing2 orang…

6. reza - Februari 23, 2009

haha ini lucu…alumni ITB jelas tidak dapat bersaing dengan alumni ITS…alumni ITB tuh bersaingnya dengan alumni NUS, ANU, Todai, Chulalongkorn, UM, dst…kalau alumni ITS bersaingnya dengan alumni Unibraw, Undip, dan coba dulu kalahkan UI, UGM sebelum bersaing dengan alumni ITB…hehe…

xxx - Juli 19, 2009

Kalau semua mahasiswa ITB adalah orang sombong seperti anda, saudara reza. Hanya tinggal masalah waktu sebelum ITB dikalahkan oleh ITS.

7. faisal - April 27, 2009

ya.yang paling penting yakni tidak mementingkan urusan pribadinya.menurut saya juga begitu Alumni ITS Kurang Solid aja.

8. Budi Utomo - Mei 5, 2009

Institut Teknologi Negeri di Indonesia cuma 2, kenapa hrs diributkan, seharusnya saling mendukung, saling menutup kekurangan, biarlah pasar yang menentukan alumni ITS tambah eksis ato tidak. Makanya para alumnus jangan tinggalkan buku kalo mo laku dijual, he he he. Viva almamater, salam hangat M25.

9. Taufik Agung Widodo - Januari 12, 2010

ITS ma ITB sama aja. Aku anak jawa tengah, kuliah di UNAIR pi jujur, aku bangga banget tiap lewat depan kampus ITS. Asri dan nyaman.
Gag masalah mau lulusan mana, yang penting harus bersama-sama membangun bangsa

10. april - Januari 21, 2010

Sebenarnya ndak jauh beda alumni itb dan its disisi kemampuan, cuma beda asal aja kalo alumni its asal mayoritas dari jatim kalo itb dari jabar dan sekitarnya,
jangan kalah dengan itb

its tetap leading di indonesia timur

vivat its

April di sulawesi utara

11. Wiwin Winarto - April 12, 2010

ITB maupun ITS sudah saatnya berorientasi menjadi pusat pendidikan teknologi berbasis riset, jika kita berniat untuk meningkatkan kontribusi terhadap daya-saing sebuah bangsa, Bangsa Indonesia.

Mampukah dalam 5 tahun ke depan, ITB maupun ITS menjadi bagian dari proses R&D (research & development) dari suatu industri manufaktur atau industri-industri lainnya yang bersumberdaya dalam negeri, hingga menghasilkan “a new product” yang mampu bersaing dengan produk-produk import, ingat saudara-saudaraku, kita saat ini memasuki “ACFTA-era”.

Oleh karena itu, Sahabatku Alumni ITS dan Rekan-rekanku IA-ITB mari satukan tekad kita, untuk tujuan bersama : Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi setidaknya 7,0% saja, melalui peningkatan daya-saing produk-produk kita, baik dalam bentuk barang maupun jasa.

Saya sangat setuju dengan komentar Mas Budi Utomo, M-25 (?), berarti Angkatan ’82 Mesin ya? Wujudkan Uber Alles-nya Mas, kami dukung. Maafkan saudara kami, karena Indikator Kinerja Alumnus, “bukan dilihat dari kita bekerja dimana, tapi…berapa jumlah karyawan yang sudah kita sejahterakan.”

Salam ITB ’83
Solidarity Forever

12. ardhi - April 18, 2010

mending kerjasama saling membangun :D

salam
together forever

13. Antareja Sanggabuana - Desember 9, 2010

memang benar ITB dan ITS nggak ada bedanya….yg beda……anak ITS cenderung malu2, minder bila berhadapan dengan pihak2 di luar lingkungan nya…..alias kupeeeeer……makanya kalau ada di forum nasional….ngomong nya yang kenceeeeng…..dan harus pede…..jangan minder….apalagi ndeso….soal kampus nya yg asri…..jangan terlena….di kampus UI DEPOK jauuuuuuuh lebih asri, rapi, sejuk, dan modern…….kalo dibandingin sama ITS bagaikan “langit dengan sumur bor” !!!

Andi Dipenogoro - September 16, 2011

mb’ e sombong
ITS no 1 di Indonesia dalam peringkat kampus terhijau
dan no 17 di dunia lho
gx asbun,. ni sumbernya :http://kampus.okezone.com/read/2011/07/24/373/483567/its-peringkat-17-kampus-terhijau-dunia

Rudi Uswarman - September 16, 2011

mb’ e
buktikan aja dngan prestasi
di ajang robot terbesar di negara ini, dalam kontes robot indonesia, maaf ya ( ITB, UI) empot-empotan untuk lolos fase group, ayo belajar aja ke gurunya
saya juga mau belajar k sana, bareng2 majukan dunia robotika

salam dr jogja (never ending asia)

Andi Dipenogoro - September 16, 2011

mb’ e
buktikan aja dngan prestasi
di ajang robot terbesar di negara ini, dalam kontes robot indonesia, maaf ya ( ITB, UI) empot-empotan untuk lolos fase group, ayo belajar aja ke gurunya
saya juga mau belajar k sana, bareng2 majukan dunia robotika

salam hangat dr jogja (never ending asia)

14. Alumni ITS - Desember 10, 2010

@Antareja Sanggabuana: dan satu lagi kelebihan alumni ITB, cenderung sombong :)

15. Alumni ITB - Desember 21, 2010

pro Antareja Sanggabuana: Jgn terlalu sombong aaah…

16. MT09 ITB - Januari 14, 2011

Kenapa sih orang2 ITS sering banget membanding-bandingkan kampusnya sengan kampus ITB. Kayak nggak ada kerjaan aja.

Salam Ganesha.

aquwh - Januari 6, 2012

setuju,,,, ngapain si pada ribut,,

biarpun gw bukan anak its atopun itb, mnurut gw tiap PT punya klebihan masing2 yg bukan buat dbanding2kan…..

antareja jg g salah ngomong,,,,,,justru itu masukan yg ngebangunn. tp mungkin bhsanya dperhaluss sedikitt yaaa

17. vicky - Maret 8, 2011

RAME hahahhahhaha ikuttan ah masih SMK aku hahahahaa lucu kakak kelas bangsa lagi memperdebatkan Institusi mereka jjah !!!! parah

18. adit - Mei 12, 2011

pengalaman ane,bedanya cukup kerasa,salah satunya waktu FGD di salah satu MNC..anak ITS malu2 banget,anak ITB pede banget,wkwkwkwk.kenapa yah?

19. dee_alumni smansabo - Juni 21, 2011

aq maba teknik mesin di ITS tahun ini,, mf kakak2q jangan memperdebatkan hal seperti ini, qt akan tunjukkan bahwa ITS juga bisa,, InsyaALLAH percayakan pada adik2nya ya kak :)

20. ELITS - Juli 15, 2011

betul sekali kekerabatan ITS sangat kurang, contoh ya waktu saya kerja praktek di suatu perusahaan, saya pake baju almamater ITS, dari karyawannya situ ada yg alumni ITS jg, dia cm negor “dari ITS ya” udah gt doank trus ngacir… sedangkan ada anak UGM, ketemu karyawan situ yg alumnus UGM, dimana si karyawan itu yg excited bgt, “wah dari UGM ya ? jurusan apa ? angkatan berapa ? n bla.. bla.. panjang lebar yang disambut dengan hangat.. huft…

trus satu lagi kenapa ITS lebih pemalu untuk msalah ngomong ?? menurut saya, kebanyakan anak ITS itu dari jawa timur yang mendominasi plat L,W, AE, AG , yg bahasanya MEDOK banget :P piss.. jadi mereka gak terlatih untuk berbahasa indonesia, beda sama ITB mahasiswanya dari berbagai daerah ostosmatis kesehariannya memakai bahasa indonesia (LU GUA).. :D D

21. BukanArekITS - Juli 16, 2011

Mahasiswa atau Alumni ITS itu sebenarnya termasuk hebat-hebat, berbakat mimpin n percaya dirinya selangit, kalo berkompetisi di luar negeri makin percaya diri dan mental juaranya gak ada duanya. Ada cerita lucu gini nih, mahasiswa2 ITS ikut kompetisi di luar negeri, pesertanya dari Caltech. Si arek ITS takon (nanya dalam bhs Inggris lho ya): Ndul, dari kampus mana ente?

Si mahasiswa bule jawab, dari Caltech.

Si arek ITS jawab balik: Lho saiki Caltex ada kampusnya toh, di Indonesia jg ada Caltex lho…

(untung aje di kejuaraan itu ITS termasuk pemenang naik ke podium, kalo gak rusak deh nama Indonesia…)

Ada cerita lain.

Kali ini ikut lomba dayung yg sakral banget tuh di tradisi universitas dunia. Eh, ada lawan dari Harvard yg penasaran orang asia kok berani-beraninya ikut…

Si mahasiswa Harvard ini nanya ke arek ITS (pake bahas Inggris lho ya): Lo dari negara mana fren

‘Dari Surabaya, Indonesia, Mas..’

‘Di mana tuh..’

(busyet ni mahasiswa Harvard)

‘Di dekat Bali, Mas’

‘O i see, dari kampus mana…’

‘ITS mas. Lha Masnya dari kampus mana.?..’

‘Harvard University’

‘Harvard negeri atau swasta mas?’

‘swasta donk!’ (bego banget ni org, kata si Harvard)

‘ooo…saya dari kampus negeri mas (ni org pasti bego banget gak bisa masuk di PTN Amrik, kata si ITS)

Si Harvard ngeloyor (pantasan dia bego, bukan dari kampus swasta toh…)

Itu ITS. Orangnya lucu, polos, pintar-pintar n percaya dirinya selangit. Sayang banget kalo keunikan ITS ini harus rusak krn kesombongan. Indonesia bakal asyik kalo alumni2 ITS lebih banyak berkontribusi mimpin negaranya, kayanya bakal seru…

22. BukanArekITS - Juli 16, 2011

(dari blog sebelah.baca ni buat yg ITS, panglima lu ni)

Saudara-saudariku civitas akademika ITS, sudahlah, tetaplah berprestasi tanpa harus membanding-bandingkan diri dengan ITB. ITB lebih tua dan lebih dahulu mapan, wajar sekali. Namun ITS punya keunggulan juga. Kalau menyebut ITS, orang ingat akan robotika, kelautan, dan perkapalan yang tidak ada duanya. Dan belakangan brand ITS tambah lagi, sebagai kampiun bidang ICT, karena peran menkominfo yang mantan rektornya, skr jadi mendiknas. Syukurilah itu semua. Pelajari hal-hal baik dari ITB, jangan hal-hal buruknya. Buat apa meniru kesombongan. Buat apa arogansi, Cukup percaya diri saja. Percayalah, belum semua potensi ITS yang tergali. ITS masih akan terus memberikan kejutan-kejutan besar, prestasi-prestasi besar, pencapaian-pencapaian tingkat dunia yang membanggakan negerinya dan bangsanya. Kalau ITB banyak yang jadi menteri dan presiden di Indonesia, terimalah kenyataan itu. Tak perlu disaingi. Tapi lihat ke luar kotak, seperti biasanya ITS hebat dalam hal ini. ITS jangan menyerah, maka usahakanlah agar banyak alumni ITS yang jadi menteri dan presiden di India, China, Singapura, Timor Timur, Papua New Guinea, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Australia, dan kalau bisa Inggris, Amerika dan sebagainya. Tiada lain caranya agar ITS membuka keunggulan di bidang S2 dan S3 supaya bibit-bibit pemimpin-pemimpin muda dari negara-negara itu mau melanjutkan pendidikannya di ITS.Bukankah ITS selalu mampu mengambil posisi yang tiada duanya, seperti kemampuannya merajai robotika, perkapalan, dan kelautan yang tersohor di dunia itu, di tengah kekosongan yang tak mampu ditempati kampus-kampus Indonesia lainnya?

Saudara-saudariku civitas akademika ITB, maafkanlah dan maklumilah jika rekan-rekanmu dari ITS suka membanding-bandingkan diri dengan ITB. ITB memang unggul, dan membanggakan, tak perlu membalas kata-kata dan ungkapan dari berbagai tulisan di dunia maya ini dengan marah atau menghina. Jangan, jangan rendahkan kehebatan ITB dengan menghina ITS. Justru bantulah ITS, angkat semangat mereka, ajari mereka jika mereka sedang rajin-rajin belajar, tunjukkan kekurangan ITS agar mampu lebih baik lagi. Undang mereka ke ITB, dan berikan pada mereka cara-cara agar ITS dapat bersaing dengan kampus top internasional lainnya. Maklumilah ITS yang sedang giat-giatnya meraih prestasi internasional dan menancapkan kepemimpinannya di negerinya. Pahamilah, tak perlu membalas dengan pandangan sebelah mata.

Saudara-saudariku civitas akademika UI, UGM, dsb, janganlah merasa terganggu dengan perdebatan antara ITS dan ITB ini, sebab semuanya adalah bentuk penghargaan dan apresiasi belaka, hanya saja caranya memang masih menemukan bentuk terbaiknya. Mari kita angkat Indonesia ke tempat tertingginya: SDM No. 1 di dunia, bebas korupsi.

Saya adalah Panglima 10 November. Saya bertanggungjawab atas semua kesalahkaprahan pandangan ITS atas ITB. Semoga ke depan tidak terjadi lagi.

23. Nanda PS - Agustus 27, 2011

Nie Buat “Bukan ArekITS”

aku setuju banget sama kebijaksanaanmu,
Saling membantu aja lah + melengkapi,,,,
lah sama2 orang indonesia,persaingan itu hanya gengsi semata,klo membaur saling kenal kan pasti lebih enak,hihihihih
(Sebenarnya gUE juga Dari ITS,,Heheheh)

24. Arek ITS CAK! - September 13, 2011

buat apa debat mslah institut kita kakak” all, dri coment d ats sya kagum am coment “Bukan ArekITS”.

tdak seharusnya ITB n ITS ribut mslah kekuatan toh Qt tdak bsa d pungkiri bahwa ITB adalah senior Qt, kakak kelas Qt dmna Qt perlu belajar untuk menjadi semakin dewasa seperti ITB. dan ITB yg semakin tua dgn kematanganx prlu menyalurkan ilmu n pnglaman pda ITS dan Univ lainnya. ITS juga btuh ITB sebagai guru pnglman dan ITB btuh ITS sbgai penerus n membantu upaya memajukan bangsa Qt yg sedang BOBROK n d RUSAK oleh bbrpa pihak.

untuk itu alangkah indahnya ITB, ITS, UI, UGM, UNAIR dll brsatu agar bangsa ini menjadi bangsa yang kuat terutama d bidang pendidikan sehingga suatu saat nanti generasi penerus bangsa, calon pemimpin bangsa baik dari ITB, ITS dll bisa menggulingkan kemajuan teknologi dan pendidikan d negara Maju saat ini. sehingga Qt bisa menjadi Jepang kedua atw Cina kedua bahkan mengunggulinya.

SDM Qt tdak klah dari mereka, d ajang Internasional Qt srg unjuk gigi. cntoh: olimpiade, robot, elektro, mesin, kelautan dll.
Qmhon brsatulah generasi muda, ubahlah Ibu Pertiwi yang sdg menangis mnjdi trsenyum lge.

Merdekalah skli lge bangsa Qt,,,,,!!!

25. Andi Dipenogoro - September 16, 2011

ITB bagus, ITS bagus, UGM bagus, UI bagus, dan Universts lain bagus. Tapi yg pnting individu nya sih, klo individu nya bagus, mau kuliah di mana kek, gx kuliah kek. pasti bisa menuju sukses.. banyak jalan menuju sukses bung.
krna sya brhbng ingin lnjut yg ska robotika
saya pilih yg tiada duanya. hehe

26. Lulus 10 Semester ! - Oktober 6, 2011

arek ITS jelas bonekmania..bondo nekad, mau di pelosok hutan sampe kota metropolitan juga ada..apapun dihadapi…ga pilih2 kerjaan, percaya kalau semua itu harus dimulai dari bawah…
majulah negeriku..

27. aku - Oktober 6, 2011

gw mah, IPB. kuliah ya sama aja. mati2an juga belajarnya. yang penting ga sombong. bisa bergaul dikit lah. gw malah pengen ke ITS. maen ke sana. kalo dulu gw tau ada jurusan biomedik, mungkin gw daftar ke sana :D

hidddup ITS

28. Dany - Oktober 29, 2011

Yang lebih hebat yang bisa memajukan Indonesia. Klo omong doang balita aja bisa. TALK LESS DO MORE…

M-53 ITS…

29. topan - Desember 17, 2011

ITB ITS sama ja..kta sama2 membangun negeri ini,agar lebih maju dan bermartabat. tdk seperti skrg ini, penuh korupsi dan korupsi!!!!

30. :) - Januari 6, 2012

hidupp IPB :D

31. rendy - Januari 17, 2012

Hi temen2,
saya dari ITS, tapi disini bener2 melihat kita memiliki visi ke depan yang sama, menjadikan indonesia negara yang tangguh dengan tingkat pendidikan yang terbaik.
mari bersaing dengan sehat,,
mari meninspirasi bersama,,
hidup MAHASISWA (berakal)!!

32. anonymous - Februari 21, 2012

ITB punya ikatan alumni yang sangat solid yg mampu menggerakan pemerintahan Indonesia

33. zul malan - April 6, 2012

menurut saya,nama besar insttitusi pendidikan tinggi bukanlah karena alumninya bertebaran di birokrasi, partai politik, jadi menteri, maupun presiden .
Tapi,sejauh mana dan berapa banyak para sivitas dan alumninya,demi kemaslahatan manusia, mampu mengembangkan lagi ilmu yang didapat, melakukan riset ilmiah, meng up-date ke jurnal unternasional.dan tentu saja bukan plagiat.
(mungkin itulah yang diharapkan oleh “academy founding father”,berabad silam)

34. Nusantara Corporation - April 12, 2012

Menurut saya pribadi, sesama antara ITB dan ITS harus berpikir “out of the box” sama-sama harus saling membantu satu sama lain untuk membangun bangsa ini, bukannya perpecahan yang diharapkan tetapi persatuan visi dan kapabilitas sebagai universitas untuk dapat memberikan feedback yang baik untuk masyarakat, bangsa dan dunia.. yakin lah jika kita semua bersatu, bukan hal yang tidak mungkin negara ini akan makmur dan sejahtera, sekali lagi yang dibutuhkan bangsa ini bukan arogansi almamater, tetapi bagaimana implementasi yang dapat diterapkan masyarakat untuk masa depan bangsa yang lebih baik !!

Salam Satu Hati, Untuk Indonesia yang lebih baik !!

Vivat !!

Ad Maiorem Dei Gloriam.
e-51

35. Ken Arok Sang PNdekar - Mei 7, 2012

hahhh,
pd ngomongin apa sih,
ngomong taek semua,
ni gue mhasiswa untag aja g prnh ngributin hal yg g pnting kyk gt,
malu donk ma untag,
yg trpnting tu bukti prestasi masbroo mbkbroo,
jgn pd ngmong doank,
tong sampah nyaring bunyinya!
hahaaahhahahaaaaaaaaaaaaa


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.